Skip to main content

The Valley - The food and the place...

Rating:★★
Category:Restaurants
Cuisine: International
Location:Dago Atas, Bandung
One night with Tina an ex colleague from my office. Now she works for a different company. Just like a reunion, I and Ellya accepted her invitation for dinner at the valley. She drove us up to 'Dago Atas' with her likely brand new car. She kept appologizing if she had uncomfortably driving the car, while i kept answering no her driving was okay, and i were fine. Conversations run along the way to 'The Valley' mostly bout the past when we used to be in a same company. Finally we arrived. It was a lil' bit cold and windy but nice. A lady as her courtesy lead us to what so called dinner area, an arty place with candle as a lighting to create romantic air.
Dinner a la carte, we began to check what's on menu and decided to order after 15 minutes. Ellya liked to have tom yam gong soup, cake and orange juice, while Tina and I preferred to have something hard as she ordered Tenderloin steak with veges and i had combo platter which consist of prawn, meat, chicken cordon bleu, and salad. We both ordered hot lemon tea.
After waiting for about 30 minutes the tom yam gong soup was served, finally, continued with orange juice and hot lemon tea for three of us, and then the cake and the tenderloin steak for the ladies. After long hours after that my combo platter came up! Thought i would have it two days later pffff.....
We ate and enjoy the meals while conversations continued.. Now reviewing begins...
1. Tom yam gong soup ---> taste like a rotten sayur lodeh (javanese cuisine) but seems Ellya liked it since it almost empty.
2. Kahlua Cream Cake ---> excellent taste! but too much sponge cake on it
3. Tenderloin steak ---> it was just perfect with excellent side dishes
4. Combo Platter ---> too sour, the cordon bleu was great, the prawn wasnt so bad but the rest were terrible. Absolutely not recommended.

Would love to explore other menus someday to compare between the cozy place and the food. They should be balanced. But it's hard to find, isnt it?
nevertheless, it's a nice place to have a coffee together with friends, chit chatting and relaxing.

Comments

Popular posts from this blog

An Evening With Sheila Madjid

Lagi enak - enak tidur ngringkel gara - gara dingin akibat hujan seharian tiba - tiba HP gw bunyi, ternyata dari Dik Sheila Majid: "teruk sangat abang ni tidor melulu, adik nak nyanyi ni di senayan. abang datang ya... mmuuaachhh..." buru - buru mandi dan langsung meluncur bareng bageo menuju mulia senayan... reservasi dulu di depan resepsionist, ninggalin nama dan nomor lepon gw sambil nitip pesen ke mbaknya minta tolong kasih tau dik sheila kalo gw dah nyampe. Mbaknya cuman ngangguk - ngangguk, gw pun diem di tempat nunggu reaksi yang lain. Gak berapa lama mbaknya nanya lagi .. "langsung masuk aja mas, nggak usah nunggu sheila disini" "mm... gw gak nunggu sheila disini, tp gw nunggu goodie bag nya" "lah mas jatahnya cuman satu udah diambil temennya tuh" (sambil nunjuk ke arah mas - mas yang ngeliatin gw berdialog sama si mbak) Temen gw yg ditunjuk tadi merasa terlibat dalam dialog, pelan - pelan nyamperin gw... "napa?" "ini mas, m...

JSOP & SBY: Evolusi

Setahun yang lalu Pak SBY mempersembahkan karya komposisinya yang bertajuk Rinduku Padamu , sebuah album dengan tema rasa cinta kepada kekasih, negara dan Tuhan yang dinyanyikan Ebiet G Ade, AB Three, Dea Mirella, hingga Kerispatih dan dikomandani oleh Dharma Oratmangun. Dengan visi musikal yang tajam, Jockie Suryo Prayogo (JSOP) telah berhasil memberi sentuhan baru dari karya-karya presiden RI tersebut ke dalam format reinterpretasi. Judul Evolusi dia pilih atas persetujuan SBY di mana menurutnya evolusi adalah perubahan secara gradual, cenderung empirik dengan proses pergerakan alam secara natural.JSOP menuturkan harapannya akan usaha SBY sebagai pemimpin bangsa bisa secara konsekuen melakukan perubahan bagi bangsa ini, termasuk bidang seni, yaitu terciptanya tatanan hukum yang melindungi kepentingan terwujudnya Kebudayaan Indonesia, yang nantinya akan melindungi harkat dan martabat para seniman. Beberapa musisi ikut berpartisipasi dalam terciptanya album ini di antaranya Idris Sar...

Serba Serbi JJF 2009

Java Jazz Festival 2009 telah usai digelar akhir minggu kemarin (6, 7, 8 Maret) di JCC Senayan dengan meninggalkan beragam kesan yang berkecamuk di hati saya. Overall penyelenggaraan tahun ini saya anggap tidak sukses sama sekali mengingat banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan lebih baik dari tahun sebelumnya, tapi kali ini malah menjadi buruk. Berbeda dengan tahun lalu di mana saya bisa menyaksikan banyak sekali performance yang tampil dengan kualitas menonton yang bisa dibanggakan, tahun ini saya tidak bisa mengharapkan kejadian seperti itu lagi karena faktor kondisi. Mau nggak mau harus saya relakan penampilan Ivan Lins dan beberapa penampil yang sudah saya rencanakan untuk nonton. Java Jazz kali ini dimeriahkan oleh Jason Mraz, Brian McKnight, Laura Fygi, Swingout Sister dan banyak lagi. Grup Soil & Pimp asal Jepang menurut saya layak kita acungi jempol atas penampilannya yang memukau dan atraktif. Penampilan gitaris Mike Stern, Peabo Bryson, dan tribute to Luther Vandross...